Kamis, 08 Maret 2012

luka sunyi

aku mendengarnya...
suara dedaunan yang saling beradu ditiup angin
aku merasakannya...
semilir angin yang membelai kulitku dingin
aku melihatnya...
tetesan air hujan yang jatuh dari langit
aku mendapatkannya...
sunyi,
sepi,
hening,
mencekam...
merobek setiap asa yang kulukiskan 
menggilas setiap kuncup bunga yang mekar
menghilangkan secercah cahaya yang tampak dari kejauhan
dan membayangi dalam kegelapan

semakin aku jauh melangkah
semakin aku kehilangan arah

karena hanya gelap yang kulihat
sunyi,
sepi,
hening,
mencekam...
meninggalkan sejuta luka yang semakin membara...

Yogyakarta, 8 maret 2012

Dyah Safiti (pitripit)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar