Rabu, 04 April 2012

takigawa oh takigawa

Apa sih sebenernya takigawa itu?

Artis jepang? tokoh anime? atau tukang siomay keliling? Hahaha...ngawur bin ngelatur deh.
Takigawa itu adalah salah satu restoran jepang yang-menurut gue-makanannya enak, tempatnya berkelas, dan harganya sesuai...sesuai dengan tempatnya yang berkelas. (baca: mahal)

Sebenarnya, gue yang mental mahasiswa sejati-nggak masalah sama harga, yang penting murah, kalau lihat yang gratisan langsung ngeces sampai banjir air liur-nggak mungkin kalau bisa makan di resto ini. Sampai dalam ngimpi aja gue nggak kebayang bisa makan di resto macam ini.



Tapi kemaren, berasa kejatuhan durian runtuh dari kayangan (emang di kayangan ada kebun durian ya? terus kenapa harus durian? kenapa nggak koper yang isinya duit aja. Kan lebih bermanfaat tuh, daripada durian.) gue yang mental mahasiswa sejati ini, untuk pertama kalinya, bisa menginjakkan kaki di halaman takigawa (baru gini aja udah seneng banget, rasanya susah dijelaskan dengan kata-kata). Di sini gue bukan mau nglamar jadi OB atau satpam, gue mau makan siang. Makan siang! (sengaja diulang biar keliatan sombong)

Emang sih, gue ditraktir sama mase yang baik hati. Coba kalau mase nggak pulang kampung, pasti gue nggak akan makan di resto ini deh. Tapi yang penting gue bisa makan di sini. Padahal sebelumnya gue cuma lewat di depannya sambil berharap ada orang bego yang baik dan tajir mau jajain gue makan di situ. Ternyata malah mase yang jajain. Uhhhh...senangnya :D

Terus, gue makan apa di Takigawa? Yang jelas bukan cuma pesen air putih aja ya. Haha, kan sama mase, jadi makan apa aja bisa santai. Walau awalnya waktu lihat harga di buku menu gue agak seret nelen ludah, tapi yah...akhirnya pilihan gue jatuh di Takigawa Roll. Harganya lumayan...nggak cocok buat mahasiswa.
Nah ini nih, Takigawa Roll, yang rasanya-suer deh-lumer dimulut, nyuss nyam!

Kalau ini okonomiyakinya. Menurut gue yang namanya okonomiyaki dimana-mana rasanya ya gitu-gitu aja. Yah, namanya juga telur, nggak akan jadi bebek goreng.

Kalau ini namanya gue lupa, tapi yang jelas ini tahu jepang. Rasanya hambar, tapi teksturnya lembut banget. Pas masuk mulut langsung lumer gitu. Walau pas makan ini gue sempet nggak sengaja makan jahe. Tapi lumayan deh.

Kalau ini gue nggak tahu apaa. Kayanya sih kentang sama wortel yang dihalusin terus dibentuk bulet gitu. Gue nggak sempet nyobain. Terlalu parno sih...

Nah, itu sekelumit kisah gue makan siang di Takigawa. Gue masih berharap bisa makan di sana lagi. Soalnya gue masih penasaran pengen nyobain sup jamurnya. Gue percaya, suatu saat nanti gue bakal ketiban durian runtuh lagi samapai kepala gue bocor dan banjir duit, lho, apa hubungannya?? Tanyakan saja pada ombak yang nggak pernah lelah berkejar-kejaran.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar